Zamzam
Agar Al-Quran Tak Sekedar Dibaca
Penulis: Dr. Khalid Abdul karim Al-Lahim
Tebal: 216 halaman.
Harga: Rp. 36.000, -
K andungan Al-Quran wajib diamalkan. Sebab, Al-Quran diturunkan adalah untuk diamalkan, bukan sebatas dibaca saja. Hasan Bashri berkata, “Manusia itu diperintah agar mengamalkan Al-Quran, tetapi mereka menganggap bahwa membaca Al-Quran itulah yang disebut mengamalkan Al-Quran.” Konsep inilah yang pernah disampaikan oleh Hasan bin Ali, ia berkata, “Bacalah Al-Quran hingga ia bisa mencegahmu (dari berbuat dosa), bila tidak bisa mencegahmu berarti itu tidak membaca.” Ia juga berkata, “Sesungguhnya, orang yang paling utama terhadap Al-Quran adalah orang yang mengikutinya (mengamalkannya) walaupun ia tidak membacanya.” Pemahaman seperti inilah yang menyebar di tengah-tengah para sahabat. Diriwayatkan dari Abu Abdurrahman Al-Sulami, dari Utsman, Ibnu Mas’ud, dan Ubai bin Ka’b bahwa Rasulullah n membacakan sepuluh (ayat) pada para sahabat. Mereka tidak beralih ke sepuluh ayat berikutnya sebelum mereka mengamalkan apa yang dikandung oleh sepuluh ayat itu. Jadi, kami mempelajari Al-Quran dan mengamalkannya bersamaan.
Buku yang ada di hadapan Anda ini akan meluruskan cara pandang sebagian kaum muslimin terhadap Al-Quran, bahwa Al-Quran tak sekesar dibaca, tapi harus direnungkan, diresapi, dan diamalkan. Ini dapat terwujud manakala kita mampu mengelola cara baca Al-Quran kita, yaitu membaca Al-Quran dengan mentadaburinya. Ibnu Hubairah berkata, “Salah satu tipu daya setan adalah tindakannya menjauhkan hamba-hamba Allah dari mentadaburi Al-Quran. Karena, setan tahu bahwa petunjuk itu akan terwujud ketika ada tadabur.”
Dengan mengenalkan 10 kunci tadabbbur Al-Quran yang terangkun dalam metode Li Ishlahin Tartaji, penulis berupaya memudahkan pembaca untuk lebih bisa mentadaburi Al-Quran.




